PostHeaderIcon Cerita di Balik Blackberry Onyx

Beberapa teman saya mungkin ada yang sudah tau kalau saya baruu aja pakai Blackberry, setelah 2 bulan lalu sibuk browsing-browsing cari hp.

HP lama saya, Sony Ericsson K750i sudah tidak nyaman dipakai, karena keypadnya yang tidak semantap dulu. Paling susis, eh sulit kalau sms yang mengandung huruf “L”. Tombol angka 5 sulit ditekan, apalagi berkali-kali dengan susah payah, dan sering tercampur dengan angka 8, huruf T,U,V. Belum lagi memori sms yang hanya mampu menampung sms-sms saya selama 1,5 hari, lalu full. Dan jangan lupa memori phone yang sudah penuh -_-

Waktu itu, incaran saya bukan BB, tapi Sony Ericsson XPeria X8, hp android touchscreen dengan warna putih menggoda, ahayy. Saya tidak mau BB, karena bentuknya pasaran!

Lalu bagaimana bisa nyasar ke BB?

Begini ceritanya kawan.

Sudah beberapa lama saya terpikir untuk menabung. Di bulan ke-10 saya bekerja, gaji selalu habis begitu saja. Padahal setelah dihitung biaya operasional, seharusnya saya bisa menyisihkan jumlah yang lumayan besar.

Pas ketika momen cari-cari hp itu, ibu saya memberitahu saya bahwa di salah satu bank rekening saya, sedang ada promosi. Yea.. Sudah bisa ketebak? Membuka tabungan, selama periode promo, bisa dapat hadiah langsung (dengan syarat dan kondisi tertentu, pastinya). Salah satunya, BB.

OK, tabungan dapet, hp baru juga dapet, BB Onyx :)

Lucunya,.. Sepertinya ini juga jawaban Tuhan dari doa saya. Di akhir tahun 2009 kemarin, bos saya membelikan BB Onyx untuk ulangtahun suaminya. Karena yang membeli adalah orang kantor, saya sempat melihat dan menyentuh BBnya. Saking kagumnya (waktu itu baru keluar), saya bilang sama teman kantor yang membelikan itu, “Taun depan gw punya ni BB!”

Ternyata Tuhan menjawab, “OK!” :D

Ohya, posting ini ditulis dari WordPress for Blackberry.

9 Responses to “Cerita di Balik Blackberry Onyx”

Leave a Reply

My Twitter