Renang

Tips Mudah Berenang

Beberapa tips mudah berenang sudah pernah saya post di instagram story, tapi mau saya tulis lagi di sini dengan beberapa tambahan. 

Saya lupa sejak kapan saya suka berenang, yang jelas sama seperti semua anak kecil, liat kolam renang pasti nggak sabar pengen nyebur. Tapi seneng kolam ngga berarti bisa berenang. Malah, metode awal saya diajarin berenang itu metode yang sama sekali salah total, dan bikin saya malah takut tenggelem. 

1. Atasi ketakutan tenggelam

Buat kamu yang pingin bisa berenang, tentunya harus atasi dulu ketakutan dengan air alias takut tenggelam. Ternyata banyak orang dewasa yang nggak berani masuk ke kolam di mana kakinya nggak bisa “jejek”. Kamu salah satunya? 

Mindset yang harus dipegang adalah air itu bukan musuh. Semakin dalam kolam renang, justru feeling-nya akan semakin damai dan enak. Ngga percaya? Coba tanya sama temen2 Pesut Swim Academy, enakan mana renang di kolam tanding/polo (size olympic dengan dalam 3m) sama kolam loncat indah (yang dalamnya 5m). Hampir semua pasti akan menjawab lebih enak di kolam loncat indah :)) 

Kalau ketakutan sama air sudah bisa diatasi, renang jadi suuper mudah. Ilmu sains bilang, kalau paru-paru manusia masih terisi udara, kamu pasti akan mengapung. Jadi jangan kuatir! Metode yang paling enak belajar berenang berawal dari metode mengapung di air, atau di Jepang disebut uitemate. Itu sebetulnya safety procedure yang diajarkan untuk antisipasi saat terjadi bencana banjir dan pertolongan belum datang, supaya energi nggak habis. Tapi menurut saya, itu sangat efektif untuk membuka mindset bahwa, oh kalau nggak panik, kita tuh ngapung ya. Oh kalau caranya benar, kita bisa loh nggak tenggelam tanpa harus tendang2 air (tendang2 air ini juga metode lain sih tapi ngga cocok kalau kamu panikan). 

Selesai menguasai uitemate, lakukan tapi dengan posisi tengkurap alias wajah dan badan menghadap ke dasar kolam, sambil tahan napas. Udah percaya bisa mengambang? Gampang kan 😀 Memang harus dicoba di kolam sih. Coba di pinggiran kolam dalam dulu, dimana kamu bisa pegang pinggirannya tanpa harus menurunkan kaki. 

Lalu berenang? Tinggal bergerak aja 😀 

2. Use your power!

Buat beberapa orang, renang itu adalah olahraga recovery atau rekreasional. Alasannya karena kolam renang itu bukan sesuatu yang bisa diakses setiap hari. Tapi ini juga jadi penyebab kesalahan umum yang saya lihat: berenang dengan super selow alias lambat. Bukannya salah sih tapi gemes aja 😂 Kan sayang, udah bayar tiket masuk, banyak2in baju kotor, tapi manfaat olahraganya nggak dapet. 

Yang namanya olahraga pasti ada intensitasnya. Artinya kalo mau diitung sebagai olahraga, minimal renangnya bikin detak jantung (heart rate) naik atau cara mudah mengukurnya adalah dengan test bicara ketika sampai di pinggir. Saat sudah mulai sulit ngomong, itu tandanya intensitasnya sudah naik. 

Caranya untuk meningkatkan intensitas, percepat gerakannya dan pakai kekuatan. Ngga usah peduliin teknik dulu deh, asal dayung tangan dan tendangan kaki pakai power. 

3. Lihat ke bawah, bukan ke depan

Ini juga kesalahan yang umum dilakukan perenang rekreasional. Saat melihat ke depan, posisi punggung hingga kaki otomatis akan turun di bawah air, dan menjadi tidak sejajar dengan air. Efeknya? Tubuh akan berat untuk melaju ke depan, karena ada “halangan” air. Istilahnya: drag. 

Sebaiknya lihat ke bawah (kecuali gaya punggung tentu saja, dan saat ambil napas gaya bebas kepala harus miring samping), karena dengan melihat ke bawah tubuh akan jadi sejajar dengan air dan meluncur akan jadi lebih mudah. Ini akan meminimalisir drag sehingga kecepatan pun jadi lebih tinggi. 

4. Kalau sudah rutin berenang, beli tools

Saya baru ngerti kalau latihan berenang ada banyak toolsnya setelah join Pesut Swim Academy. Ada yang namanya fin/kaki katak khusus berenang (modelnya lebih pendek dari fin untuk diving), ada paddle untuk dipasang di tangan dan ada pullbuoy untuk dipasang di antara paha. Semua fungsinya untuk membantu efektivitas gerakan renang. Oh ya, papan renang juga berfungsi untuk melatih kick/tendangan kaki. Jadi bukan cuma untuk yang belum bisa renang aja megang papan renang. 

Semua tools tersebut harganya total bisa sekitar Rp 600ribu – 1juta-an. Ngga terlalu mahal lah ya untuk sebuah hobi. Biaya rutin renang sendiri di Pesut Swim Academy sekitar Rp 750 ribu per bulan dengan fasilitas di stadion Aquatic GBK Senayan, dengan standar internasional yang dibangun untuk Asian Games 2018 yang lalu. Cukup worth it, menurut saya. 

Jadi kangen berenang. Masih harus bersabar selama berbulan-bulan ke depan sambil menunggu wabah covid-19 mereda 🙁 Saya yakin kamu yang baca ini juga jadi nggak sabar praktek, ya kan? 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *