Kepikiran

Love Yourself, Love Yourself Not?

Konsep love yourself itu gimana sih?

Apa kalo kita ngga puas sama diri kita trus ngga boleh melakukan perubahan?

Contohlah operasi plastik, liposuction, boob job, filler wajah, dst. Tindakan-tindakan itu sepertinya masih menuai hujatan dari netijen kalo “ketauan”.

“Itu kan udah anugerah dari Yang Maha Kuasa,” gitu kata netijen.

Ada beberapa selebgram yang saya tau melakukan boob job dan mereka blak2an soal itu. Menurut saya sih ngga ada yang salah ya, dia mau, dia bisa bayar, ya cuss aja.

Tapi kenapa rasanya ada yang salah. Salah seorang sahabat saya bilang: itu karena ga sesuai sama “message” yang dia (salah satu selebgram) bawa, yaitu self love. Harusnya kan ya cintai diri tanpa modifikasi.

Oh iya bener juga.

Trus saya keinget sama blogilates. Cassey Ho atau lebih dikenal sama sebutan blogilates, instruktur fitness online, lebih tepatnya pilates. Banyak yang bilang untuk seorang instruktur pilates, bodinya masih kegemukan (menurut saya sih enggak ya).

Di luar dari pendapat orang2, sepertinya Cassey sendiri ngga suka dengan dirinya dan dia memutuskan mau mengubah itu: mau jadi lebih langsing. Kontan orang2 pada unfollow. Dese keilangan banyak banget follower.

Saya ngga terlalu ngikutin dulu, cuman sempet baca sekilas aja (dan dulu juga saya belum follow). Singkat cerita, dia berhasil jadi lebih langsing dengan 90-days-journey-nya itu, taun 2017-2018-an mungkin.

Nah kasusnya Cassey kan sebenernya sama aja ngga? Self love bukan berarti ngga ngubah apapun yang kita ga suka. Buat beberapa orang mungkin susah banget mencintai diri apa adanya. Apalagi di era jaman udah canggih, skincare dan klinik bertebaran di mana-mana.

Berarti, sebenernya pesan “love yourself” itu harus diperpanjang:
If you don’t like something about yourself, change it. If you can’t change it, suck it up love yourself for who you are.

Ye gak sih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *